blogging,  cinta,  hidup,  karya tulis,  kisah,  Lifestyle,  menulis,  pribadi,  Problem Solving,  Real Story

Penulis dan Dunianya

Dunia kepenulisan itu luas. Salah satu sisi kecil dunia dimana di dalamnya banyak terdapat oleh satu atau beberapa orang yang dinamakan penulis—orang-orang yang menciptakan sebuah karya seni yang dapat dinikmati oleh banyak orang melalui kumpulan paragraf dan kata, yang kemudian menjadi susunan kalimat yang indah. Itulah bakat.  Seorang penulis biasanya membutuhkan ketenangan dan lingkungan yang kondusif demi mendukung pekerjaannya tersebut. Karena mereka bekerja berdasarkan inspirasi yang mereka dapatkan—dimana terkadang inspirasi itu hanya datang tatkala lingkungan tenang dan damai.

Dulunya pun, aku pernah menjadi bagian dari para penulis itu. Hanya saja aku selalu tidak memiliki cukup banyak waktu untuk meneruskan bakatku setelah karya pertamaku diterbitkan. Kala itu karyaku yang berjudul “Cinta sang Tukang Pos” diterbitkan bersamaan dengan karya penulis lain dalam sebuah kumpulan kisah—dimana royalti dari buku tersebut disumbangkan untuk yayasan yatim piatu di sebuah daerah yang memang membutuhkan.

Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah!

—Imam Al-Ghazali

Kala itu pun, aku masih gencar-gencarnya menulis; tidak hanya satu judul saja, tapi berjudul-judul banyaknya. Namun memang, kuakui, aku selalu tidak bisa menyelesaikan akhir kisahnya dengan sempurna. Bisa pun, aku menyelesaikan cerita itu tidak cukup hanya dalam beberapa hari, tapi nyaris satu bulan lebih lamanya—seperti cerita “Cinta sang Tukang Pos” yang aku selesaikan dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Cukup lama ya..?

Tapi memang, menulis itu tidak bisa selesai dengan cara yang instan. Menulis itu seolah ‘chemistry‘ antara penulis dengan apa yang ditulisnya—hubungan yang erat antara si penulis dengan apa yang sedang dikerjakannya. Intinya hanyalah kesabaran—yang juga merupakan kunci dari semuanya. Harus sabar dalam membuat sebuah karya yang indah. Karena, dalam sebuah karya yang indah ada jiwa yang indah pula. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please, do not copy!!