Activity,  blogging,  daily,  humanity,  komunikasi,  Lifestyle,  menulis

Eksistensi, bukan Pengecut

Insan yang bekerja itu memang membutuhkan kesabaran ekstra. Iya, aku paham. Awalnya mungkin terasa menyenangkan karena kau merasa masih berada di ‘jalur’ yang benar. Tatkala kau berada di zona nyaman, maka segalanya akan terasa sangat biasa saja. Namun, lambat laun kau akan merasa bahwa segalanya seolah bergeser. Dan, pergeseran itu sungguh sangat berpengaruh besar pada eksistensimu. Lambat laun kau akan merasa seolah seluruh pasang mata tertuju padamu—dan, segala tingkah laku yang kau lakukan terasa serbasalah.   

Ilustrasi sebuah pekerjaan

Mungkin segalanya akan terasa berbeda apabila kau tidak berada di dunia kerja yang notabene-nya penuh dengan intrik dan persaingan. Benar saja. Persaingan—adalah satu-satunya alasan yang bisa mengubah pribadi seseorang menjadi sosok yang bukan dirinya.   Jika kau bersaing dengan lawan yang tangguh, maka kau harus lebih berada di atasnya—atau kau akan kalah. Dan begitu pun sebaliknya, jika kau berhadapan dengan lawan yang memiliki level di bawahmu, maka kau harus menyembunyikan taringmu, agar penguasa bisa melihatmu sebagai seorang pahlawan bagi lawanmu.   Namun sayangnya, aku tidak berada pada keduanya. Aku terlalu takut untuk menjadi sosok bertaring, dan aku pun tidak ingin dianggap sebagai si pesakitan. Aku hanya ingin melakukan semuanya—apa yang menjadi porsiku—dengan “tangan bersih”.  

Terkadang manusia itu ada terbersit perasaan ingin tahu tentang apa yang dilakukan orang lain dan selalu ingin tahu apa yang sekiranya bisa dilakukannya untuk mengusik—meski sekedar bersembunyi dibalik topeng ‘ingin menjahili’. Tapi terkadang pula kejahilan yang dilakukannya itu bisa mengancam eksistensi orang lain—sekaligus membuat “si pengacau” tersebut terlihat seperti pengecut. Dari semua yang kujabarkan, aku merasa lelah. (Bukan karena lelah menulis) Lelah lebih kepada eksistensiku yang seolah dianggap tidak ada—dan bukanlah merupakan hal yang penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please, do not copy!!