cinta,  feels,  harapan,  menulis,  Relationship

Love in Yellow

Hari ini kita memakai baju dengan warna yang sama. Entahlah, mungkin karena kita memang sehati atau karena memang kita memiliki pemikiran yang sama. Tapi yang jelas kita tak pernah membuat janji untuk memakai baju atau outfit dengan warna yang sama.

Aku bahagia. Terlebih, sesuatu yang kau katakan padaku membuatku semakin ingin mengembangkan senyumku saat itu juga. “Ada banyak orang nikah, Beb,” katanya di sepanjang perjalanan ketika ia mengantarku pulang. Karena memang, mungkin bulan ini adalah bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan, maka banyak pula dari mereka yang berpasangan melangsungkan pernikahan di bulan ini—sebelum Ramadhan menjelang.

Oh Tuhan, hatiku seketika ingin meloncat keluar ketika ia mengatakannya. Benarkah apa yang kudengar? Ataukah itu hanya desiran angin saja? Atau, mimpikah aku mendengarnya mengatakannya? Aku tidak sedang bermimpi, kan?

Aku sangat bahagia saat menyadari bahwa aku memang tidak sedang bermimpi. Aku memang mendengarnya mengatakannya padaku. Seolah aku menegaskan bahwa aku pun ingin seperti pasangan-pasangan itu yang juga tengah merayakan kebahagiaan mereka karena telah resmi menjadi pasangan sehidup-semati.

Oh tapi sudahlah, aku memang sangat ingin memilikinya menemani hidupku. Toh aku tidak banyak menuntut. Dengan dia ada di sampingku saja aku sudah sangat bahagia, meski hanya beberapa menit.

Dia adalah napasku.

“Cinta yang tak pernah padam untukmu, Someone.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please, do not copy!!