blogging,  daily,  hidup,  kisah,  menulis,  Real Story

Aku Takut

Pertengahan tahun sudah terjamah. Jari-jari waktu semakin dekat menggapaiku, terbuka dan menganga lebar seolah siap menelanku hidup-hidup ke dalam kegelapannya yang gelap mencekam. Aku takut. Ingin kupejamkan mata dan kututup rapat-rapat telingaku agar aku tak perlu lagi melihat dan mendengarkan suara-suara sumbang diluar sana. Suara yang hanya bisa mengolok dan menertawakan tanpa bisa memberikan solusi. Suara yang hanya bisa membuat mental seseorang jatuh dan tersudut tanpa pernah bisa tergerak lagi.
Sebenarnya kita ini apa? Manusia? Hantu? Atau apa? Atau, makhluk jadi-jadian? Siluman? Bukan, kan?
Kita manusia. Manusia itu makhluk sosial. Makhluk yang saling bantu-membantu satu dengan yang lainnya. Makhluk yang memiliki akal sehat dan budi pekerti yang luhur. Bukan makhluk sosial tapi saling menjatuhkan dan ingin menang sendiri.
Manusia memang memiliki kepentingan dan kebutuhannya masing-masing. Tapi, kedua hal polemik itu tidak bisa dijadikan tameng (perisai) ataupun alasan untuk saling mengalahkan. Yang kuat yang menang dan yang lemah yang akan kalah. Begitukah? Itu hukum rimba, Kawan. Dan kita manusia tidak hidup di dalam rimba. Kita manusia hidup secara normal dan juga melakukan hal yang normal pula. Karena, sejatinya kita manusia tidak sedang berebut rantai makanan layaknya hewan yang hidup di dalam rimba.
Aku hanya takut pada waktu yang di mataku seolah menjelma menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja ketika sudah tiba saatnya. Mungkin pelarian bukanlah hal yang terbaik, tapi pelarian bisa menjadi hal yang tepat dilakukan disaat yang juga tepat.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Please, do not copy!!