Activity,  blogging,  daily,  feels,  harapan,  kisah,  menulis,  pekerjaan,  pribadi,  Real Story

The First Day of Working

Kehidupan setelah lulus kuliah itu memang tidak bisa dijadikan acuan atau patokan bahwa seseorang akan segera mendapatkan apa yang kita inginkan—dalam hal ini pekerjaan. Terkadang manusia itu terlalu tinggi untuk bermimpi bisa mendapatkan apa yang mereka mau, tanpa pernah berpikir panjang. Ini yang biasa disebut dengan ekspektasi.

Paham, bahwa setiap mahasiswa fresh graduate selalu memiliki ekspektasi yang cukup tinggi dalam memilih sebuah pekerjaan. Karena sebagian besar dari mereka berpikir bahwa ‘ah sekolahku aja udah level S1, di kampus mahal pula, masa dapet kerjaan gaji cuma segitu, sih?’—mungkin seperti itu yaa rata-rata dari isi hati mereka. Tapi, apa mereka paham tentang yang namanya pengalaman dalam bekerja? No!

Hanya sebuah gengsi dan egoisme saja yang ada di benak dari para mahasiswa tersebut, tanpa memikirkan bagaimana dari sisi perusahaan yang mempertimbangkan akan mempekerjakan mereka atau tidak.

The First Day of Work

Seperti juga saya ketika diterima pertamakali di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspor dan impor. Sebenarnya saya sudah melamar pekerjaan tersebut sebelum saya melaksanakan acara wisuda, namun entah kenapa saya baru dipanggil untuk wawancara pada saat saya akan melaksanakan acara tersebut di tahun yang sama. Alhasil, saya terpaksa meminta izin kepada atasan untuk tidak masuk kerja karena harus menghadiri acara terpenting yang hanya dilaksanakan sekali seumur hidup saya itu. Untungnya sih, atasan saya memahami hal tersebut dan memberikan izin kepada saya meskipun saya baru saja masuk kantor sekitar seminggu sebelumnya.

Perusahaan tempat saya bekerja tersebut mungkin bukan salah satu perusahaan terbaik yang pernah memanggil saya untuk bergabung, karena dari segi gaji yang mereka tawarkan sungguh jauh dari yang pernah saya bayangkan—jika dibandingkan dengan gaji yang didapat oleh teman-teman saya dengan level jenjang pendidikan yang sama, itu sangatlah kurang. Tapi, saya masih bersyukur karena saya bisa mendapatkan pengalaman bekerja sebagai seorang pemula di dunia kerja. Saya tidak melihat gaji yang diberikan; saya hanya ingin mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang mereka berikan sebagai pengembangan diri saya ke depannya.

Semua tahu bahwasanya pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Jika kau seorang lulusan mahasiswa tapi tidak memahami apa yang dimaksud dengan mendapatkan pengalaman adalah sesuatu yang penting ketimbang harta yang kau dapat, maka kau sama saja dengan gagal dalam hidup bermasyarakat.

Karenanya, saya yakin bahwa suatu saat nanti pelajaran yang kau dapat hari ini akan sangat berguna di kemudian hari sebagai sesuatu yang tidak akan pernah kau dapatkan lagi.

—My Mind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Please, do not copy!!